Selamat Datang di Situs Resmi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Semoga Situs Ini Benar-benar Menjadi Media Informasi Yang Up to Date Selamat & Sukses Kepada Program Studi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Atas Diraihnya Akreditasi Dengan Predikat Unggul Selamat dan Sukses Kepada Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag. Sebagai Dekan FITK Periode 2024-2028

Orasi ilmiah Yudisium ke-91


Orasi ilmiah Yudisium ke-91

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum wr.wb. Yang terhormat, Rektor Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Dekan & Wakil Dekan FITK, Dosen & Tendik yang saya hormati, Para Panitia Penyelenggara, Para peserta Yudisium ke-91 FITK yang saya banggakan, Serta hadirin yang berbahagia. Innal hamdalillah, nahmaduhu wanasta’inuhuu wanastaghfiruhu,, wa na’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa, may-yahdihil laahu falaa mudhillalah, wamay yudhlil falaa haadiyalah, Asyhadu an-laa ilaa-ha illallaah, wahdahula syariikalah, waasyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh, amma ba’du. Amma ba’du. Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin, wa man tabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin. Qoolallaahhu ta'ala fil qur anil adzim. ‘Au'dzubillahhi minasysyaithonirrojim. Bimillahirrahmannirrahim. “iqra` bismi rabbikallażī khalaq. khalaqal-insāna min 'alaq. iqra` wa rabbukal-akram. allażī 'allama bil-qalam. al ayat”. Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan kita kesehatan dan kekuatan untuk hadir dalam acara yudisium yang penuh makna ini. Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya menyampaikan orasi ilmiah dengan tema "Sukses Berbasis Kreativitas dan Adab: Pemuda Menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan Membangun Masa Depan."

Hadirin yang saya hormati, Pada hari ini, kita berkumpul untuk merayakan pencapaian besar para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat sarjana dan pascasarjana. Wisuda ini bukan hanya penanda akhir perjalanan akademik, tetapi juga awal dari perjalanan panjang yang penuh tantangan, tanggung jawab, dan harapan. Masa depan, yang kini semakin dekat, penuh dengan tantangan global yang tak bisa dipandang sebelah mata. Kita hidup di tengah Revolusi Industri 4.0, sebuah era di mana teknologi berkembang pesat, membawa perubahan dalam hampir setiap aspek kehidupan kita. Dunia telah memasuki era digital yang ditandai dengan kemajuan pesat dalam teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan otomatisasi. Begitu cepatnya perubahan ini, kadang kita merasa terombang-ambing dan bingung akan arah yang harus diambil. Namun, kita, sebagai pemuda yang terdidik, memiliki tugas besar. Kita harus menjawab tantangan zaman ini dengan kreativitas, inovasi, dan yang tak kalah penting, adab yang berlandaskan pada ajaran agama dan moral yang kita terima selama menempuh pendidikan di kampus tercinta ini. Kreativitas akan menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global, sementara adab adalah pondasi yang menjaga kita agar tetap pada jalan yang benar, meskipun banyak godaan di sepanjang perjalanan.

Hadirin yang saya banggakan, Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0, kreativitas menjadi hal yang sangat penting. Dunia yang semakin terbuka ini menuntut kita untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga untuk berpikir out of the box. Setiap individu harus mampu berinovasi, menciptakan solusi baru, dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Sebagai contoh, teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, dan internet of things kini tidak lagi menjadi hal yang asing. Sebaliknya, teknologi ini telah menjadi bagian dari keseharian kita. Sebagai pemuda yang terdidik, kita dituntut untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga menjadi pencipta dan pengembang teknologi. Namun, kreativitas semata tidak cukup. Tanpa adab, kreativitas kita bisa disalahgunakan. Adab dalam konteks ini berarti integritas, etika, dan moralitas yang menjaga agar kita tetap berada di jalur yang benar. Di era digital ini, sering kali kita tergoda untuk mencapai kesuksesan dengan cara-cara yang instan dan tidak etis. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mengingat bahwa kesuksesan yang sesungguhnya adalah kesuksesan yang dilandasi oleh adab yang mulia. "Kreativitas tanpa moralitas dapat membentuk inovasi yang menghancurkan, sedangkan adab tanpa kreativitas dapat menghasilkan stagnasi. Keduanya harus berjalan bersama," demikian kutipan dari Dr. Tariq Ramadan, seorang cendekiawan Muslim kontemporer. Ia mengingatkan kita bahwa inovasi yang baik harus memiliki pertimbangan moral, dan moral yang baik hanya bisa diterapkan dengan adanya kreativitas yang bermanfaat bagi umat Sebagai mahasiswa dari UIN Raden Fatah Palembang, yang memiliki landasan pendidikan agama yang kuat, kita memiliki keunggulan tersendiri. Pendidikan agama yang kita terima memberikan panduan hidup yang jelas, sehingga kita dapat menyeimbangkan kreativitas dan adab dalam setiap langkah yang kita ambil. Sukses bukan hanya diukur dari seberapa tinggi jabatan atau seberapa banyak kekayaan yang kita peroleh, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang kita berikan kepada masyarakat, dan seberapa baik kita menjaga integritas dalam menjalani hidup ini.

Hadirin yang saya hormati, Mari kita renungkan bersama-sama sabda Rasulullah SAW yang bersabda, "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh dan rupa kalian, tetapi melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian." (HR. Muslim). Hadits ini mengingatkan kita bahwa kualitas diri kita tidak hanya terukur oleh ilmu pengetahuan yang kita kuasai, tetapi oleh niat dan adab kita dalam menerapkan ilmu tersebut.Sebagai pemuda yang terdidik, kita memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas adab kita dalam menghadapi setiap tantangan. Dunia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter dan moral. Saat ini, dunia membutuhkan pemuda yang dapat membawa perubahan dengan nilai-nilai kebaikan, dan tidak terjebak dalam arus modernitas yang sering kali mengaburkan esensi moral dan adab. "Pemuda adalah aset bangsa, dan di tangan mereka terletak harapan bangsa ini," demikian ucapan Habibie, Presiden ketiga Indonesia. Para pemuda, terutama yang terdidik, akan menjadi pemimpin di masa depan. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa pemuda-pemuda tersebut tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki adab yang baik.

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) tercinta ini, tidak hanya mempersiapkan kalian untuk menjadi guru yang cerdas dan kompeten, tetapi juga untuk menjadi calon guru masa depan yang mampu membawa perubahan di dalam masyarakat. Para alumni FITK adalah calon pendidik yang memiliki peran sangat penting dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan moral yang mulia. Sebagai calon guru, kalian adalah pendidik masa depan yang akan berperan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Di tangan kalian, terletak tanggung jawab besar untuk menanamkan nilai-nilai adab, kreativitas, dan sukses kepada para siswa. Kalian akan mengajarkan mereka lebih dari sekadar pelajaran akademik, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang bermoral, peduli, dan bertanggung jawab.

Para wisudawan yang saya hormati, Sebagai penutup, izinkan saya menyampaikan pesan kepada para wisudawan: Jadilah pemuda yang kreatif, beradab, dan siap menghadapi masa depan. Dunia menunggu kontribusi kalian. Berbekal kreativitas yang kalian miliki dan adab yang kalian junjung tinggi, saya yakin kalian akan mampu menghadapi tantangan zaman ini dan mewujudkan sukses yang bermanfaat untuk umat manusia. Mengutip dari kata bijak nan penuh makna Prof. Dr. KH. Munir, M.Ag: “Jangan sekali-kali bersu’udzhon/berburuk sangka dengan guru, karna itu dapat menghilangkan keberkahan ilmu”. Semoga ilmu yang telah kalian dapatkan selama ini tidak hanya bermanfaat bagi diri kalian sendiri, tetapi juga bagi masyarakat luas, bangsa, dan agama. Selamat kepada para peserta yudisium sarjana & Magister FITK UIN Raden Fatah, semoga kalian menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang penuh integritas dan kebermanfaatan. Aamiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

Bunga mekar di taman sari, Harum semerbak menyapa pagi. Yudisium sarjanasudah tercapai, Jalan sukses kini menanti. Dari kampus menuju dunia, Berjuang keras tak kenal lelah. Yudisium jadi awal cerita, Sukses menanti di setiap langkah. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.