Melalui Yudisium ke-92, FITK Lahirkan Alumni yang Mampu Menjawab Tantangan Masyarakat Global
Kategori: Berita Kampus
HUMAS-FITK -- Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan yudisium ke-92 yang dilaksanakan di Gedung Pusat Akademik UIN Raden Fatah, dengan tema "Kesiapan Alumni Mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta,” Kamis (24/04/2025).
Dalam sambutan yang sekaligus membuka kegiatan, Dekan FITK Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag., berpesan kepada para wisudawan/wati untuk menjaga nama baik almamater.
“Apabila ingin sukses dalam segala bidang, kita harus hormat pada kedua orang tua, guru, dan orang yang berjasa. Selain itu harus berakhlak baik, dan mempunyai tujuan. Teruslah belajar, memiliki kompetensi bidang yang ditekuni serta memohon doa kepada orang tua dan juga guru. Kemudian, reputasi yakni integritas, kejujuran, dan loyalitas. Teruslah memiliki cita-cita dan bekerja keras, mampu bertahan, dan mampu bekerja sama,” ujarnya.
Dekan FITK juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Beliau mengucapkan terima kasih kepada Tim Panitia Yudisium ke-92 FITK atas kerja keras mereka sehingga acara berjalan sukses.
“Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati, serta ucapan terima kasih kepada para orang tua dan wali yang telah mendukung mahasiswa hingga mencapai keberhasilan ini. Guru harus terus memperkuat keilmuan, meningkatkan hard skill, life skill, soft skill, serta memiliki karakter yang baik. Jangan berhenti belajar agar tetap bermanfaat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Dekan FITK mengatakan bahwa kini FITK memiliki 13 program studi, dengan 11 di antaranya telah terakreditasi Unggul dan A. Dekan juga berharap alumni FITK terus belajar, beradaptasi dengan zaman, dan mempromosikan FITK kepada masyarakat. Beliau berpesan agar alumni dapat terus beradaptasi dengan perubahan fundamental di dunia pendidikan, di antaranya perubahan kurikulum madrasah yang berbasis cinta.
Dalam yudisium kali ini, Dr. Irja Putra Pratama, M.Pd.I., menjadi pembicara utama dengan menyampaikan orasi ilmiah berjudul 'Menjadi Alumni yang Ber-KKNI sebagai Upaya Menjawab Tantangan Masyarakat.'
Dalam orasinya, Dr. Irja Putra Pratama, M.Pd.I. menegaskan bahwa mahasiswa FITK UIN Raden Fatah harus menjadi alumni yang ber-KKNI, yaitu berkarakter, minimal kejujuran dan bertanggung jawab; berkompeten, di antaranya mempunyai kemampuan pedagogig, sosial, dan kepribadian; bernilai jual yakni, mampu menawarkan keahlian; dan terakhir beriman/berakhlak mulia atau memiliki pemahaman moral yang baik, sehingga mampu menjadi teladan bagi peserta didik.
Yudisium ke-92 ini melantik dan melepas 273 alumni, terdiri dari 19 Magister dan 254 Sarjana. Lulusan terbaik tingkat Fakultas untuk Program Magister MPI yakni Ardi Pratama (IPK 4), dan Program Sarjana yakni Prodi PGMI Muhammad Rizky (IPK 4).(Haljuliza/Arvis)
