Sukses Gelar Workshop Terjemahan, Prodi Bahasa Inggris UIN Raden Fatah Bawa Pantun Mendunia
Kategori: Berita Kampus
HUMAS-FITK--Palembang – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa Translation Workshop. Mengusung tema "From Creation to Translation: Introducing Quatrains (Pantun) to a Global Audience", acara ini berlangsung meriah di Ruang Teater Gedung Akademik Lantai 4 FITK, Kampus Jakabaring, pada Rabu, 8 April 2026.
Kegiatan dibuka resmi oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Rizqy Dwi Amrina, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan lokakarya ini. Acara ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penguasaan bidang penerjemahan dan keterampilan penulisan kreatif.
Wakil Dekan II FITK, Amalia Hasanah, M.Pd., Ed.D., turut hadir memberikan sambutan hangatnya. Beliau menekankan bahwa lokakarya ini merupakan kesempatan berharga bagi peserta untuk menyerap ilmu langsung dari pakarnya. Adapun pakar yang didapuk sebagai narasumber utama adalah Dewi Warna, M.Pd., spesialis bidang terjemahan dan pantun.
Tujuan utama workshop ini adalah membekali para peserta dengan kemampuan spesifik untuk menciptakan sekaligus menerjemahkan pantun dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke kancah internasional.
Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan sangat interaktif, mulai dari sesi pembukaan, pemaparan materi, hingga sesi praktik langsung. Saat praktik, para peserta dengan penuh antusias berpartisipasi aktif menyusun karya pantun dalam tiga ragam bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Palembang, dan bahasa Inggris.
Melalui kegiatan komprehensif ini, mahasiswa tidak sekadar belajar teknik menerjemahkan teks. Mereka juga diajak mendalami pentingnya menjaga keutuhan makna, struktur rima, serta nilai-nilai estetika pada karya sastra pantun tersebut saat dialihbahasakan.
Ke depannya, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal nusantara. Hal ini sekaligus akan mendorong internasionalisasi karya sastra Indonesia melalui pendekatan akademik dan praktik berkelanjutan yang bermutu.
