Dosen UIN Raden Fatah Palembang berpartisipasi sebagai Narasumber dalam Kegiatan Workshop Penyamaan Persepsi Trainer STEM Leadership
Kategori: Berita Kampus
HUMAS-FITK-- Depok, 9-11 Maret 2026- Dua dosen UIN Raden Fatah Palembang, Pandu Jati Laksono dan Dr. Suhadi, M.Si., berpartisipasi sebagai narasumber dalam kegiatan Workshop Penyamaan Persepsi Trainer STEM Leadership yang dilaksanakan pada 9–11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan pemahaman para trainer dan fasilitator dalam penguatan kepemimpinan pendidikan berbasis STEM di Indonesia. Workshop tersebut diikuti oleh akademisi, praktisi pendidikan, serta perwakilan lembaga pendidikan yang terlibat dalam pengembangan program STEM di berbagai daerah.
Dalam kegiatan ini, Pandu Jati Laksono menyampaikan materi mengenai Scientific Explanation dengan pendekatan Claim, Evidence, and Reasoning (CER) yang menekankan kemampuan peserta dalam mengonstruksi penjelasan ilmiah secara sistematis berbasis data dan bukti empiris. Pendekatan CER banyak digunakan dalam pendidikan sains modern karena dapat meningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah, literasi sains, serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sementara itu, Dr. Suhadi, M.Si. memaparkan materi tentang Scientific Modelling dan Interaction dalam pembelajaran fisika yang menekankan pentingnya penggunaan model ilmiah dan analisis interaksi fenomena untuk membantu peserta memahami konsep fisika secara lebih mendalam dan kontekstual.
Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan kegiatan Training of Trainers (ToT) tingkat internasional yang akan dilaksanakan di Bangkok pada April 2026. Kegiatan ToT tersebut akan melibatkan peserta dari beberapa negara di Asia, antara lain Kazakhstan, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Indonesia. Melalui kegiatan penyamaan persepsi ini, diharapkan para trainer memiliki kerangka konseptual dan pedagogis yang sama dalam mengembangkan pembelajaran STEM yang berorientasi pada penguatan kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas literasi sains di kawasan Asia Tenggara.
